Bahwa orang beranggapan kalau makanan yang kita santap diberi nama Perancis kelihatannya akan terasa lebih enak. Hal tsb disebabkan antara lain karena anggapan bahwa semua yang berbau Perancis bermutu halus.
Perancisinasi juga membuat orang yang akan bersantap mempunyai citra yang kabur tentang apa sebenarnya yang ia mau santap. Misalnya:
"filet mignon" (secara harafiah artinya: irisan yang lembut)
"pate de fois gras" (liver paste)
"chevalen" (daging kuda)
"Monsieur de Veau" (daging lembu muda, veal)
"Escargot d'France" (bekicot, keong) dsb.
Si Inem yang warungnya sering dikunjungi turis (backpackers Perancis, tidak mau kalah; dia pasang menu sebagai berikut: CHEF'S SPECIAL:
* Oucing Pete de Chine (Oseng Pete Cina)
* Chateau de Batavie (Soto Betawi)
* Saiyour de Lourdes (Sayur Lodeh)
* Roujaxe d'Oleque (Rujak Ulek)
* Café a la Tobruq (Kopi Tubruk)
* Cappuccino de Preangers (Bajigur)
* Naxis Geaux rain (Nasi Goreng)
* Manioc de Mer (singkong Rebus)
* Vouz vour que tans Noir (Bubur Ketan Item)
* and special today: Loun Tounqe Saiyour [Lontong Sayur]
Hab Max Janoux Lufaz Bayaour = Habis Makan Jangan Lupa Bayar!!
Zalmz, Inem de Lennox
Selasa, 29 April 2008
Rabu, 16 April 2008
he..he..(SERBA J)
hayooo....ada yg bisa bales "crita serupa tapi tak sama?" (SERBA J)====
Jeng Juminten janda judes, jelek jerawatan, jari jempolnya jorok.
Jeng juminten jajal jualan jamu jarak jauh Jogya-Jakarta.
Jamu jagoannya: jamu jahe. "Jamu-jamuuu..., jamu jahe-jamu jaheee...!"
Juminten jerit-jerit jajakan jamunya, jelajahi jalanan.
Jariknya jatuh, Juminten jatuh jumpalitan.
Jeng Juminten jerit-jerit: "Jarikku jatuh, jarikku jatuh..."
Juminten jengkel, jualan jamunya jungkir-jungkiran, jadi jemu juga.
Juminten jumpa Jack, jejaka Jawa jomblo, juragan jengkol, jantan, juara judo.
Jantungnya Jeng Juminten janda judes jadi jedag-jedug.
Juminten janji jera jualan jamu, jadi julietnya Jack.
Johny justru jadi jelous Juminten jadi juliet-nya Jack.
Johny juga jejaka jomblo, jalang, juga jangkung.
Julukannya, Johny Jago Joget. "Jieehhh, Jack jejaka Jawa, Jum?" joke-nya Johny.
Jakunnya jadi jungkat-jungkit jelalatan jenguk Juminten.
"Jangan jealous, John..." jawab Juminten.
Jumat, Johny jambret, jagoannya jembatan Joglo jarinya jawil-jawil jerawatnya Juminten. Juminten jerit-jerit: "Jack, Jack, Johny jahil, jawil-jawil!!!"
Jack jumping-in jalan, jembatan juga jemuran.
Jack jegal Johny, Jebr eeet..., Jack jotos Johny.
Jidatnya Johny jenong, jadi jontor juga jendol... jeleekk.
"John, jangan jahilin Juminten...!" jerit Jack.
Jantungnya Johny jedot-jedotan, "Janji, Jack, janji... Johnny jera," jawab Johny.
Jack jadikan Johny join jualan jajan jejer Juminten.
Jhony jadi jongosnya Jack-Juminten, jagain jongko, jualan jus jengkol jajanan jurumudi jurusan Jogja-Jombang, julukannya Jus Jengkol Johny "Jolly-jolly Jumper."
Jumpalagi, jek........!!!
Jeringatan : Jangan joba-joba jikin jerita jayak jini jagi ja...!!!JUSAH...!!!
Health - Important Tips
Kurangi TEH yang kamu konsumsi.
Jangan membiasakan memakan roti yang telah dipanggang.
Jaga jarakmu dari telepon genggam DALAM KONDISI DI CHARGE.
Minum banyak AIR pagi hari, kurangi minum pada malam hari.
Jangan meminum kopi DUA KALI satu hari.
Kurangi makanan BERMINYAK yang kamu konsumsi.
Waktu tidur terbaik dari 10pm pada malam hari sampai 6am pagi-pagi.
Jangan makan BESAR setelah 5pm.
Jangan mengambil alkohol lebih dari satu gelas / cangkir satu hari.
Jangan meminum pil dengan air DINGIN.
Jangan langsung berbaring setelah minum obat disaat sebelum tidur.
Tidur KURANG dari 8 jam dapat mempengaruhi kesehatanmu.
Orang-orang yang terbiasa tidur sebentar tidak akan mudah menjadi tua.
Ketika baterai LOW , jangan menjawab telpon, radiasi yang dihasilkan bisa 1000 kali.
Jawab telpon dengan telinga KIRI, ini akan merusak otakmu secara langsung jika mempergunakan telinga kanan.
Jangan mempergunakan headphone / penyuara kuping dalam jangka waktu yang LAMA, rehatkan telingamu sebentar setelah 1 jam.
Senin, 14 April 2008
LOW TRUST SOCIETY by : Rhenald Kasali
Saya baru saja memeriksa ujian mahasiswa saya. Ketika akan menyerahkan nilai akhir mereka, saya terpaksa menoleh kepada berita acara ujian yang mencantumkan nama beserta tanda tangan mereka masing-masing. Astaga! Tak Ada satu pun nama yang dapat saya kenali dari tanda tangannya. Hal ini mengingatkan saya pada peristiwa unik yang saya alami hampir tujuh tahun silam ketika baru saja memulai program doktoral saya di AmerikaSerikat.
Baru tiba beberapa hari, adviser saya menyuruh saya membuka bank account di bank mana saja di kota itu. Saya pun menurutinya. Maklum, tanpa punya buku cek, hidup di Amerika akan terasa sulit. Hampir semua transaksi dilakukan melalui pos. Bayar listrik, telepon, air, tagihan kartu kredit, beli buku, bayar pajak, kena tiket lalu lintas (tilang), sampai bayar uang sekolah. Semuanya menggunakan cek. Tanpa cek, hidup di Amerika kok rasanya susah sekali.
Setelah punya bank account dan mulai berbelanja dengan menggunakan cek, ternyata saya pun mengalami kesulitan. Pasalnya, petugas bank memanggil saya karena mengalami kesulitan membaca tanda tangan saya. Saya mencoba menjelaskannya bahwa itu benar tanda tangan milik saya, dan saya melakukannya kembali di depan petugas itu. Petugas tetap menolak dan mengatakan itu bukan tanda tangan. Kalau bukan tanda tangan lantas apa?
"Itu urek-urek!" ujarnya sambil tersenyum. Sejak itu saya pun mulai berlatih membuat tanda tangan baru, yaitu tanda tangan yang namanya mudah teridentifikasi. Maka, sejak saat itu saya mulai terbiasa memiliki dua jenis tanda tangan. Saya menyebutnya satu tanda tangan lokal (yang dikatakan urek-urek tadi) dan satu lagi tanda tangan Amerika. Kalau Anda pernah hadir dalam seminar saya dan meminta saya menandatangani buku saya yang Anda baru beli, Anda pasti ingat bahwa saya selalu mengatakan itu adalah tanda tangan Amerika: mudah dibaca dan diidentifikasi. Ada juga pembaca yang minta dua-duanya, dan ada kalanya saya pun meluluskannya. Tanda tangan lokal itu biasanya hanya saya gunakan untuk urusan bank Dan menandatangani transkrip nilai mahasiswa.
Dalam salah satu seminar saya pernah meminta agar para peserta menggoreskan tanda tangannya di atas kertas dan meminta rekan di sebelahnya yang baru dikenalnya mengenali nama mereka. Ternyata tak banyak di antara mereka yang dapat mengenali nama orang dari tanda tangannya. Ketika ditanya mengapa mereka membuat tanda tangan seruwet itu, semuanya menjawab bak koor: "Biar tidak mudah ditiru orang lain." Mengapa kita semua melakukan hal yang sama? Mudah ditebak jawabnya.
Sejak kecil kita telah diajari orang-orang tua dan guru-guru kita agar tidak mudah percaya pada orang lain. "Buatlah tanda tangan yang tidak mudah ditiru agar jangan sampai dipalsukan orang lain." Kita menurutinya, dan tanpa kita sadari roh-roh ketidakpercayaan ini sudah melekat dalam pikiran kita. "Trust," kata Francis Fukuyama, adalah "the social virtues and the creation of prosperity." Rasa percaya adalah suatu ikatan sosial yang penting untuk menciptakan kemakmuran. Kalau tidak ada rasa percaya, mestinya tidak ada bisnis. Bagaimana mungkin kita berbisnis dengan orang yang tidak kita percaya? Rasa percaya itu pula yang akan menentukan bangunan organisasi perusahaan saudara. Makin rendah rasa percaya kita terhadap orang lain, makin banyak pula kita melibatkan sanak saudara kita, teman sealmamater, sesuku dan sebagainya terlibat dalam bisnis kita. Kita makin menutup pintu bagi orang lain.
Dan akibatnya potensi kita untuk menjadi besar akan terhambat. Pengalaman lainnya yang saya dapatkan di Amerika barangkali dapat menjelaskan betapa berbedanya tingkat rasa percaya. Menjelang pulang ke tanah air, setelah menyelesaikan program studi, saya pun melakukan moving sale melego barang-barang yang nilai bukunya masih cukup tinggi.
Misalnya saja Ada sebuah dish washer (mesin pencuci piring) elektrik yang usianya baru tiga tahun dan nilainya masih cukup tinggi namun harus dilepas dengan harga yang sangat murah. Pembelinya tentu saja masyarakat komunitas tempat tinggal kami, yang umumnya adalah keluarga muda atau para mahasiswa asing yang dari mancanegara. Kalau calon pembelinya datang dari negara-negara seperti Rusia, Yugoslavia, Ceko, Turki, Portugal, Brazil, Irak, Pakistan, India, atau negara-negara Afrika, biasanya transaksi berjalan tersendat-sendat. Mereka umumnya tidak percaya terhadap kualitas mesin (apakah masih tetap baik) dan harga yang ditawarkan. Mereka mengutak-atik mesin, menghabiskan waktu berjam-jam, mengajukan pertanyaan, lalu menawar di bawah separo dari harga yang ditawarkan.
Prosesnya sama seperti Anda menawar harga sepasang sepatu di pasar Senen atau pasar lainnya di Indonesia. Dan akhirnya pun dapat diterka: tidak ada transaksi. Hal yang berbeda dialami kalau pembelinya berasal dari negara-negara yang barangkali dapat kita sebut sebagai high trust society, seperti Amerika, Inggris, Finlandia, bahkan Jepang yang rata-rata sudah lebih makmur hidupnya. Mereka cuma bertanya tiga hal: mengapa dijual, apakah ada kerusakan, dan berapa harganya. Kalau mereka suka, mereka tidak menawar, langsung angkat. Dalam kepala mereka, kalau barang ini rusak maka mereka akan kembalikan segera. Mereka percaya bahwa orang lain dapat dipercaya, dan kalau mereka menipu mereka akan ditangkap polisi, diadili, dan dijatuhi hukuman.
Pembaca, apakah implikasi melakukan kegiatan bisnis di sebuah low trust society? Mudah-mudahan saudara sudah dapat menangkapnya: jangan langsung melakukan transaksi. Selalu mulailah dengan membangun rasa percaya dari lawan-lawan bisnis Anda. Jangan sesekali melakukan penawaran kalau lawan bisnis Anda di sini belum mengenal betul Anda. Kalau ada jalan pintas yang dapat ditawarkan, barangkali cuma satu ini: carilah jembatan melalui orang-orang yang sudah dikenal dan dipercaya oleh lawan bisnis Anda. Tanpa itu, Anda cuma melakukan upaya sia-sia. Saya merindukan, kelak anak-anak kita akan membuat tanda tangan yang namanya dapat dibaca
Hmm.. lagu anak-anak yg meyesatkan.....
Apakah lagu anak-anak dibawah ini memang benar-benar menyesatkan?
1. “Balonku ada 5... rupa-rupa warnanya... merah, kuning, kelabu, merah muda dan biru... meletus balon hijau, dorrrr !!!"
Perhatikan warna-warna kelima balon tersebut, kenapa tiba-tiba muncul warna hijau ? Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6, bukan 5.
2. "Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok gigi.. habis mandi ku tolong ibu..membersihkan tempat tidurku.."
Perhatikan warna-warna kelima balon tersebut, kenapa tiba-tiba muncul warna hijau ? Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6, bukan 5.
2. "Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok gigi.. habis mandi ku tolong ibu..membersihkan tempat tidurku.."
Perhatikan setelah habis mandi langsung membersihkan tempat tidur. Lagu ini membuat anak-anak tidak biasa terprogram secara baik dalam menyelesaikan tugasnya dan selalu terburu-buru. Sehabis mandi seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung membersihkan tempat tidur dalam kondisi basah dan telanjang !
3. "Naik-naik ke puncak gunung.. tinggi.. tinggi sekali..kiri kanan kulihat saja.. banyak pohon cemara..2x"
Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan konsentrasi, semangat dan motivasi ! Pada awal lagu terkesan semangat akan mendaki gunung yang tinggi, tetapi kemudian ternyata setelah melihat jalanan yg tajam mendaki lalu jadi bingung dan gak tau mau ngapain, bisanya cuma noleh ke kiri ke kanan aja, gak maju-maju!
4. "Naik kereta api tut..tut..tut. . siapa hendak turut ke Bandung .. Surabaya .. bolehlah naik dengan percuma.. ayo kawanku lekas naik.. keretaku tak berhenti lama"
Nah, yg begini ini yg parah! Mengajarkan anak-anak kalo sudah dewasa maunya gratis melulu. Pantesan PJKA rugi terus! terutama jalur Jakarta - Bandung dan Jakarta-Surabaya!
5. "Di pucuk pohon cempaka.. burung kutilang berbunyi..bersiul2 sepanjang hari dg tak jemu2..mengangguk2 sambil bernyanyi tri li li..li..li.. li..li.."
Ini juga menyesatkan dan tidak mengajarkan kepada anak2 akan realita yg sebenarnya. Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinya cuit..cuit.. cuit..! Kalo tri li li.. li.. li.. itu bunyi kalo yang nyanyi orang, bukan burung!
6. "Pok ame ame.. belalang kupu2.. Siang makan nasi, kalo malam minum susu.."
Ini jelas lagu dewasa dan bukan untuk konsumsi anak-anak! Karena yg disebutkan di atas itu adalah kegiatan orang dewasa, bukan anak kecil. Kalo anak kecil, karena belom boleh maem nasi, jadi gak pagi gak malem ya minum susu!
7. “Nina bobo oh, nina bobo.. kalau tidak bobo digigit nyamuk.”
Menurut psikolog: jadi sekian tahun anak-anak diajak tidur dengan lagu yg "mengancam".
8. “Bintang kecil dilangit yg biru...”
(Bintang khan adanya malem, lah kalo malem bukannya langit item?)
9. “Ibu kita Kartini... Harum namanya.”
(Namanya Kartini atau Harum?)
10. “Pada hari minggu..naik delman istimewa kududuk dimuka.”
(Nah, gak sopan khan..mosok duduk di mukanya orang?!)
11. “Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung dikebun kita...”
kalo mau nanam jagung, ngapain dalam-dalam emang mo bikin sumur?
3. "Naik-naik ke puncak gunung.. tinggi.. tinggi sekali..kiri kanan kulihat saja.. banyak pohon cemara..2x"
Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan konsentrasi, semangat dan motivasi ! Pada awal lagu terkesan semangat akan mendaki gunung yang tinggi, tetapi kemudian ternyata setelah melihat jalanan yg tajam mendaki lalu jadi bingung dan gak tau mau ngapain, bisanya cuma noleh ke kiri ke kanan aja, gak maju-maju!
4. "Naik kereta api tut..tut..tut. . siapa hendak turut ke Bandung .. Surabaya .. bolehlah naik dengan percuma.. ayo kawanku lekas naik.. keretaku tak berhenti lama"
Nah, yg begini ini yg parah! Mengajarkan anak-anak kalo sudah dewasa maunya gratis melulu. Pantesan PJKA rugi terus! terutama jalur Jakarta - Bandung dan Jakarta-Surabaya!
5. "Di pucuk pohon cempaka.. burung kutilang berbunyi..bersiul2 sepanjang hari dg tak jemu2..mengangguk2 sambil bernyanyi tri li li..li..li.. li..li.."
Ini juga menyesatkan dan tidak mengajarkan kepada anak2 akan realita yg sebenarnya. Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinya cuit..cuit.. cuit..! Kalo tri li li.. li.. li.. itu bunyi kalo yang nyanyi orang, bukan burung!
6. "Pok ame ame.. belalang kupu2.. Siang makan nasi, kalo malam minum susu.."
Ini jelas lagu dewasa dan bukan untuk konsumsi anak-anak! Karena yg disebutkan di atas itu adalah kegiatan orang dewasa, bukan anak kecil. Kalo anak kecil, karena belom boleh maem nasi, jadi gak pagi gak malem ya minum susu!
7. “Nina bobo oh, nina bobo.. kalau tidak bobo digigit nyamuk.”
Menurut psikolog: jadi sekian tahun anak-anak diajak tidur dengan lagu yg "mengancam".
8. “Bintang kecil dilangit yg biru...”
(Bintang khan adanya malem, lah kalo malem bukannya langit item?)
9. “Ibu kita Kartini... Harum namanya.”
(Namanya Kartini atau Harum?)
10. “Pada hari minggu..naik delman istimewa kududuk dimuka.”
(Nah, gak sopan khan..mosok duduk di mukanya orang?!)
11. “Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung dikebun kita...”
kalo mau nanam jagung, ngapain dalam-dalam emang mo bikin sumur?
Selasa, 01 April 2008
Pengen kurus ..... ini rahasianya
Sudah lama diketahui bahwa seks merupakan salah satu kegiatan yang cukup banyak membakar kalori. Tapibaru belakangan ini dilakukan penelitian ilmiah yang serius untuk mengetahui secara pasti tingkat pembakaran kalori dari berbagai aktivitas seksual. Berikut ini adalah hasil penelitian tersebut, seperti termuat dalam Journal of Sex Offerer and Offender
MENANGGALKAN PAKAIANNYA
Dengan persetujuannya ...... 12 kalori
Tanpa persetujuannya ...... 187 kalori
MENANGGALKAN KUTANGNYA
Dengan kedua tangan ...... 8 kalori
Dengan satu tangan ...... 12 kalori
Dengan gigi Anda ...... 85 kalori
MENGENAKAN KONDOM
Sedang ereksi ...... 6 kalori
Tidak sedang ereksi ...... 315 kalori
PEMANASAN
Mencoba mencari klitoris.... .. 8 kalori
Mencoba mencari G-Spot ...... 92 kalori
POSISI
Konvensional (atas-bawah) ...... 12 kalori
Posisi 69 (berbaring) ...... 78 kalori
Posisi 69 (berdiri) ...... 112 kalori
Posisi duduk ...... 216 kalori
Gaya anjing ...... 326 kalori
Gaya Kandil Italia (Italian Chandelier). ..... 912 kalori
ORGASME
Orgasme betulan ...... 112 kalori
Orgasme palsu ...... 315 kalori
PASCA ORGASME
Berbaring berpelukan ...... 18 kalori
Cepat-cepat turun dari ranjang ...... 36 kalori
Menjelaskan kepadanya kenapa harus cepat-cepat turun dari ranjang..... . 816 kalori
MENGALAMI EREKSI KEDUA
20 - 29 tahun ...... 36 kalori
30 - 39 tahun ...... 80 kalori
40 - 49 tahun ...... 124 kalori
50 - 59 tahun ...... 972 kalori
60 - 69 tahun ...... 2916 kalori
70 - diatasnya ...... hasilnya masih belum keluar
BERPAKAIAN SESUDAHNYA
Dengan tenang ...... 32 kalori
Dengan tergesa-gesa ...... 98 kalori
Sementara ayahnya menggedor-gedor pintu ...... 1218 kalori
Sementara istri Anda menggedor-gedor pintu...... 3521 kalori
MENANGGALKAN PAKAIANNYA
Dengan persetujuannya ...... 12 kalori
Tanpa persetujuannya ...... 187 kalori
MENANGGALKAN KUTANGNYA
Dengan kedua tangan ...... 8 kalori
Dengan satu tangan ...... 12 kalori
Dengan gigi Anda ...... 85 kalori
MENGENAKAN KONDOM
Sedang ereksi ...... 6 kalori
Tidak sedang ereksi ...... 315 kalori
PEMANASAN
Mencoba mencari klitoris.... .. 8 kalori
Mencoba mencari G-Spot ...... 92 kalori
POSISI
Konvensional (atas-bawah) ...... 12 kalori
Posisi 69 (berbaring) ...... 78 kalori
Posisi 69 (berdiri) ...... 112 kalori
Posisi duduk ...... 216 kalori
Gaya anjing ...... 326 kalori
Gaya Kandil Italia (Italian Chandelier). ..... 912 kalori
ORGASME
Orgasme betulan ...... 112 kalori
Orgasme palsu ...... 315 kalori
PASCA ORGASME
Berbaring berpelukan ...... 18 kalori
Cepat-cepat turun dari ranjang ...... 36 kalori
Menjelaskan kepadanya kenapa harus cepat-cepat turun dari ranjang..... . 816 kalori
MENGALAMI EREKSI KEDUA
20 - 29 tahun ...... 36 kalori
30 - 39 tahun ...... 80 kalori
40 - 49 tahun ...... 124 kalori
50 - 59 tahun ...... 972 kalori
60 - 69 tahun ...... 2916 kalori
70 - diatasnya ...... hasilnya masih belum keluar
BERPAKAIAN SESUDAHNYA
Dengan tenang ...... 32 kalori
Dengan tergesa-gesa ...... 98 kalori
Sementara ayahnya menggedor-gedor pintu ...... 1218 kalori
Sementara istri Anda menggedor-gedor pintu...... 3521 kalori
Jin Aja Nyerah
Suatu malam, ketika sedang berjalan sepanjang pantai California, seorang pria menemukan lampu tua yang diletakkan di atas batu. Ketika ia mengambil dan menggosoknya, seorang Jin mendadak muncul. "Baik, cukup sudah!" bentak Jin itu. "Ini keempat kalinya dalam bulan ini orang menggangguku! Aku begitu marah sampai aku hanya akan memberimu satu permintaan bukannya tiga! Jadi ayolah, ayo! Katakan apa yang kau inginkan, dan jangan membuang waktuku seharian!."
Orang itu berpikir cepat, kemudian berkata, "Yah, aku selalu bermimpi pergi ke Hawaii, tetapi aku takut terbang dan aku cenderung mabuk laut di atas kapal. Bagaimana kalau kau buatkan aku jembatan ke Hawaii? Dengan begitu, aku bisa naik mobil ke sana." Jin itu tertawa. "Jembatan ke Hawaii?! Kau pasti bercanda? Bagaimana aku bisa mendapat penyangga yang sampai ke dasar samudera? Itu membutuhkan terlalu banyak baja, dan sangat terlalu banyak beton! Itu sama sekali tidak bisa dilakukan! Pikirkan permintaan lain!"
Kecewa, pria itu berusaha keras untuk memikirkan permintaan lain. Akhirnya ia berkata, "Baiklah, aku punya keinginan lain. Semua wanita dalam hidupku berkata aku tidak peka. Aku berusaha dan berusaha untuk menyenangkan mereka, tetapi tidak ada yang berhasil. Aku tidak tahu di mana kesalahanku. Satu permintaanku adalah untuk mengerti wanita...tahu bagaimana sebenarnya perasaan mereka ketika mereka membisu padaku...tahu mengapa mereka menangis ...tahu apa yang mereka inginkan ketika mereka tidak memberitahu aku apa yang sebenarnya mereka inginkan...aku ingin tahu apa yang membuat mereka benar bahagia."
Sunyi sejenak, kemudian Jin itu berkata, "Kau mau jembatan itu berjalur dua atau empat?"
Orang itu berpikir cepat, kemudian berkata, "Yah, aku selalu bermimpi pergi ke Hawaii, tetapi aku takut terbang dan aku cenderung mabuk laut di atas kapal. Bagaimana kalau kau buatkan aku jembatan ke Hawaii? Dengan begitu, aku bisa naik mobil ke sana." Jin itu tertawa. "Jembatan ke Hawaii?! Kau pasti bercanda? Bagaimana aku bisa mendapat penyangga yang sampai ke dasar samudera? Itu membutuhkan terlalu banyak baja, dan sangat terlalu banyak beton! Itu sama sekali tidak bisa dilakukan! Pikirkan permintaan lain!"
Kecewa, pria itu berusaha keras untuk memikirkan permintaan lain. Akhirnya ia berkata, "Baiklah, aku punya keinginan lain. Semua wanita dalam hidupku berkata aku tidak peka. Aku berusaha dan berusaha untuk menyenangkan mereka, tetapi tidak ada yang berhasil. Aku tidak tahu di mana kesalahanku. Satu permintaanku adalah untuk mengerti wanita...tahu bagaimana sebenarnya perasaan mereka ketika mereka membisu padaku...tahu mengapa mereka menangis ...tahu apa yang mereka inginkan ketika mereka tidak memberitahu aku apa yang sebenarnya mereka inginkan...aku ingin tahu apa yang membuat mereka benar bahagia."
Sunyi sejenak, kemudian Jin itu berkata, "Kau mau jembatan itu berjalur dua atau empat?"
Langganan:
Postingan (Atom)
